Saat Waktu Senja Datang


~ Senja ~

Sore itu, pertengahan Oktober 2016 aku terdiam merenung di dalam kamar, sementara waktu menunjukkan pukul 5 sore lebih, cahaya langit senja mulai menguning, matahari mulai tenggelam di ufuk barat, aku masih terduduk merenung sambil menatap Mushaf Qur'an yang baru saja aku baca, kubaca dengan bantuan penerangan cahaya dari sinar matahari yang mulai kuning meredup, cahaya yang masuk melalui jendela kamar dari yang awalnya terang cerah kini semakin meredup, membuat halaman mushaf pun semakin redup terlihat, dan akhirnya cahaya sinar matahari tenggelam di ufuk barat dan redup tanpa tersisa sinarnya.
Dalam renungan sore itu, terfikir dalam benakku, bahwa akan tiba suata masa cahaya matahari masih akan tetap memancarkan sinarnya yang terang - dengan Izin Allah - , dan mata ini yang akan mulai meredup karena saraf yang mulai melemah, maka masihkah diri ini bisa membaca Al Qur'an yang Mulia, aduhai seandainya pada waktu tersebut Al Quran sudah masuk ke dalam hati diri ini, pastilah hafalan tersebut akan menjadi perbendaharaan yang besar, yang dengannya diri ini akan tetap bisa melantunkan Al Qur'an meskipun mata ini telah meredup...


Load comments

2 Comments